RSS

CARA SEORANG ANAK LAKI-LAKI MEMBAHAGIAKAN ORANG TUANYA

Dahulu kala, ada sebuah keluarga miskin yang tinggal ditengah hutan. Keluarga tersebut terdiri dari seorang anak laki-laki berumur 15 tahun yang bernama Ricie dan kedua orang tuanya yang sedang memasuki usia Lansia. Ricie adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya, dan taat kepada orang tuanya. Ia tidak prnah mengeluh atas kekurangan yang orang tuanya miliki, walaupun hanya sebuah radio kecil milik ayahnya yang paling berharga. Bagi Ricie, yang berharga baginya yaitu cara membahagiakan kedua orang tuanya, bukan harta atau kekayaan yang ada dalam pikirannya.
Suatu ketika, Ricie duduk melamun memikirkan cara membahagiakan kedua orang tuanya. Karena, dia tidak bersekolah lagi setelah ayahnya berhenti bekerja sebagai satpam sekolah dan ibunya berhenti bekerja sebagai kuli cuci baju. Seharusnya Ricie sekarang sudah kelas 3 Smp. Tapi, semua itu berakhir begitu saja karna disebabkan kekurangan kebutuhan biaya. Sejak itulah, seluruh keluarganya pindah dari kontrakan dikota dan membuat sebuah rumah ditengah-tengah hutan dengan kedamaian.
Padahal, jika Orang tuanya dulu tidak berhenti bekerja, mungkin Ricie akan meneruskan sekolahnya untuk membahagiakan kedua orang tuanya dan menunjukan sebuah prestasi kepada orang tuanya yang belum Ricie lakukan sebelumnya. Namun, semua itu berakhir. Tetapi Ricie tidak pernah putus asa, dia mempunyai sebuah keinginan untuk pergi kekota mencari sebuah pekerjaan untuk membahagiakan kedua orang tuanya dengan kemampuan yang ia miliki sekarang. Ia tidak peduli pekerjaan apapun, asalkan halal uang yang ia cari dengan usahanya sendiri. Lalu, Ricie meminta izin untuk pergi kekota kepada orang tuanya, ia terpaksa meninggalkan kedua orang tuanya demi menunjukan sebuah kemampuan yang ia miliki selama ini, dan kedua orang tuanya juga terpaksa merelakan Ricie pergi demi kebaikannya walaupun ada rasa kehilangan. Ricie berjanji akan membuktikan semua yang ia bisa kepada orang tuanya dan akan segera menjemput orang tuanya dihutan jika ia berhasil mendapatkan pekerjaan yang layak. Kemudian, ia pergi dan berpamitan kepada orang tuanya serta meminta do’a agar ia bisa menjadi orang yang sukses juga berhasil.
Setelah ia berjalan dari rumahnya ditengah hutan smpai ke sebuah jalan yang menuju ke perkotaan. Ricie berpikir lagi dipinggir jalan itu, jika ia telah sampai disana, ia akan langsung mencari pekerjaan atau ia akan mencari tempat istirahat. Tapi, Ricie tidak berpikir panjang lagi, ia bertekad akan sampai disana dan mencari pekerjaan secepatnya walaupun Ricie belum cukup umur untuk bekerja, tetapi, apa boleh buat ia terpaksa melakukan ini untuk membuktikan kepada orang tuanya yang ada ditengah hutan bahwa ia bisa membuat bangga orang tuanya. Kemudian, Ricie melihat ada sebuah mobil yang membawa sayur-sayuran. Lalu, Ricie memberhentikan mobil tersebut dan meminta tumpangan untuk sampai ke kota. Ternyata tanpa dugaan Ricie, supir itu akan mengantarkan sayur-sayuran itu ke pasar dikota. Akhirnya Ricie dapat pergi dengan menaiki mobil yang membawa sayur-mayur yang segar.
Saat sampai dikota, Ricie membantu terlebih dahulu supir pembawa sayur dan menurunkan sayur-sayuran dari mobil tersebut. Ia mendapatkan sedikit upah untuk makannya serta berterima kasih kepada supir. Lalu, ia pergi menuju ke sebuah took buku, yang menjual Koran. Ia ingin membeli satu Koran dengan uang yang ia dapat tadi. Karena Ricie ingin mencari pekerjaan dikoran seperti yang diajarkan oleh ayahnya dulu. Setelah ia berusaha mencari-mencari kesana-sini perusahaan tapi, tidak ada yang menerimanya satu perusahaan pun. Namun, Ricie tidak akan menyerah untuk kebahagiaan orang tuanya.
Hingga suatu malam, ketika Ricie sedang tidur di depan sebuah toko yang sudah tutup. Ricie melihat ada seorang perempuan yang sedang kesusahan. Kemudian, Ricie menghampiri perempuan tersebut. Setelah Ricie Bertanya-tanya, Perempuan itu meminta bantuan untuk memperbaiki mobilnya yang mogok itu. Dan Ricie membantu memperbaiki mobil tersebut lalu, perempuan itu sangat berterima kasih sekali kepada Ricie, Jika tidak ada Ricie mungkin Perempuan itu harus meninggalkan mobilnya dan pulang sendirian pada malam hari. Setelah itu, perempuan itu bertanya kepada Ricie tentang kehidupannya, lalu perempuan itu pulang dengan mobilnya setelah mendengar cerita hidup keluarganya.
Keesokannya, Perempuan itu datang menghampiri Ricie yang sedang mencari pekerjaan yang layak baginya. Lalu, Perempuan itu mengajak Ricie untuk menemui ayahnya. Dan Ricie menjadi heran. Kemudian Perempuan itu, menceritakan kepada ayahnya tentang Ricie. Lalu, Ayah perempuan itu begitu terharu mendengar cerita sang anak. Setelah itu, ayah perempuan itu bertanya soal kerjanya. Tapi, ia mengatakan yang sebenarnya bahwa ia belum mendapat kerja apa-apa, karna ia belum mencukupi umur. Akan tetapi, ternyata ayah perempuan itu berniat untuk menyekolahkan Ricie hingga cita-cita Ricie tercapai. Tanda niat ayah perempuan itu sebagai balasan jasanya terhadap putrid tercintanya.
Setelah Ricie berumur 20 tahun, ia telah menjadi orang sukses dan berhasil menjadi pengusaha terkenal dikota yang ia datangi itu. Ricie tidak pernah lupa dengan orang tuanya, ia ingat dengan janji yang ia sampaikan kepada kedua orang tuanya. Ricie membawa mobil mewah untuk pergi menjemput kedua orang tuanya tercinta. Ia ingin sekali menyampaikan kabar bahagia ini kepada kedua orang tuanya terutama ibunya.
Setelah sampainya ia dirumahnya itu, ia langsung masuk dan menemui kedua orang tuanya. Ricie melihat sang ibu yang telah terbaring lemah tanpa daya, tapi sang ayah selalu menjaga ibunya dengan baik. Lalu, Ricie menyampaikan kabar gembira tersebut dan membawa kedua orang tuanya itu kerumah yang mewah dikota.
Akhirnya, hidup Ricie dan Kedua Orang tuanya menjadi semakin bahagia karena usaha dan kemampuan Ricie sendiri. Inilah kunci kesuksesan bagi Ricie yang mau berusaha terus-menerus tanpa pamrih. Ricie baru tau bahwa selama ini betapa payahnya hidup serba kekurangan. J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar